1. TPS 3R BASAMA
TPS 3R Basama adalah Tempat Pengelolaan Sampah dengan sistem 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang berlokasi di Kelurahan Bandungrejosari Kecamatan Sukun Kota Malang.
2. Manajemen TPS 3R Basama
Jajaran Manajemen TPS 3R Yang Bekerja Setiap Hari Dalam Mengatur Jalannya Pengelolaan Sampah Berbasis 3R
3. Proteksi Tenaga Kerja
Untuk Melindungi Tenaga Kerja Dari Kecelakaan Kerja TPS 3R Basama Telah Mendaftarkan Tenaga Kerjanya ke BPJS Ketenagakerjaan Kota Malang
4. Studi Tiru
Dapat Kunjungan Dari Kecamatan Sungai Kunjang Dan Kecamatan Sambutan Kota Samarinda
5. Penilaian Piala Adipura
Peran TPS 3R Basama Dalam Menjaga Lingkungan Yang Bersih Dan Indah Sebagai Wujud Untuk Memenagkan Piala Adipura Tahun 2025
Senin, 24 November 2025
TPS 3R Basama Kedatangan TIM Juri Piala Adipura
Kunjungan dari Kecamatan Panakkukang Makassar dalam rangka Studi Tiru
TPS 3R Basama selalu menjadi daya tarik tersendiri dalam mengelola sampah melalui proses 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Kali ini TPS 3R Basama dapat kunjungan dari Kecamatan Panakkukang Kota Makasar yang terdiri dari Camat dan beberapa Lurah dalam rangka studi tiru. Kunjungan studi tiru yang dilakukan pada hari jumat tanggal 21 nopember 2025 jam 10.00 Wib ini dihadiri pula oleh Bpk. Budi dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang beserta staff, dan perwakilan dari Kelurahan Bandungrejosari. Kunjungan studi tiru ini untuk melihat secara langsung pengelolaan sampah di TPS 3R Basama yang berbasis komunitas untuk memperkuat program Kota Makassar dalam meningkatkan kebersihan lingkungan.
Rusman Efendy ketua TPS 3R Basama dalam sambutannya menyampaikan “untuk berhasil dalam mengurus atau mengelola TPS 3R seorang pengurus TPS 3R harus mempunyai jiwa sosial bukan orang yang hanya mempunyai jiwa bisnis yang mementingkan keuntungan semata. Hal ini didasari bahwa TPS 3R didirikan bukan sebagai lembaga atau institusi yang berorientasi pada profit atau keuntungan”. TPS 3R Basama bisa berdiri sampai saat ini karena kepedulian dari semua pihak untuk menjaga agar lingkungan tetap bersih dan indah dipandang mata. Masyarakat yang mau berkorban operasional TPS 3R, mau menjaga lingkungannya dari sampah, tokoh masyarakat yang memberi teladan dalam menjaga lingkungannya, RT dan RW yang selalu memberikan edukasi dan sosialisasi kepada warganya agar sadar dalam menjaga lingkungan serta pemerintah kelurahan dan pemerintah kota malang dalam memberikan sarana dan prasarana ke TPS 3R untuk memperlancar proses pengelolaan sampah.
Meskipun hanya sebentar mudah-mudahan yang ada di TPS 3R Basama bisa menjadi inspirasi bagi Kecamatan Panakkukang Kota Makasar dalam mengelola TPS 3R yang ada disana agar menjadi lebih baik dan memberikan manfaat yang besar bagi kebersihan Kota Makassar. Rusman Efendy menambahkan dalam sambutannya bahwa apa yang baik disini bisa dipakai disana, namun untuk yang jelek yang ada disini bisa ditinggalkan. Kami juga masih terus belajar dan menciptakan inovasi-inovasi baru untuk memaksimalkan peran TPS 3R dalam menjaga kebersihan dan keindahan kota.
Jabatan : Manajemen dan Media Publisher
Editor : TIM
Kunjungan dari Kementrian PUPR
TPS 3R Basama berperan penting dalam mengurangi sampah ke TPA. Hal ini karena TPS 3R mampu mengelola sampah yang ada di masyarakat menjadi sampah yang bisa di daur ulang menjadi sampah yang bernilai ekonomis. Saat ini dengan keterbatasan sarana yang ada, TPS 3R Basama saat ini baru mampu mengangkut sampah dari masyarakat rata-rata setiap hari mencapai 5 ton dari sekitar 1300 pelanggan. Dengan adanya kunjungan dari Kementrian PUPR meskipun hanya singkat TPS 3R berharap adanya perhatian dari pemerintah dalam menambah sarana dan prasarana yang ada di TPS 3R terutama penambahan gedung untuk mesin-mesin pemilah sampah yang dimiliki TPS 3R Basama serta penambahan mesin pengolah sampah dengan kapasitas yang lebih besar.
Kunjungan singkat yang didampingi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan operasional TPS 3R dalam mengurangi sampah yang dikirim ke TPA. Apa saja fasilitas yang dimiliki oleh TPS 3R dalam mengelola sampah. Rusman Efendy menyampaikan bahwa meskipun dirasa masih kurang TPS 3R Basama saat ini sudah memiliki mesin pemilah sampah organik dan anorganik, mesin pemisah label botol PET, mesin pencacah tutup botol PET dan mesin pengepres sampah. Keberadaan mesin tersebut sangat penting dalam memaksimalkan proses pemilahan sampah. Kedepan masih dibutuhkan sarana prasarana penunjang dalam mengelola sampah, seperti penambahan armada angkutan, mesin pemilah yang lebih besar dan lainnya
Jabatan : Manajemen dan Media Publisher
Selasa, 18 November 2025
Berbagai Penelitian yang membuat TPS 3R Basama Berkembang
Dalam bulan ini ada salah
satu mahasiswa Nadya Ashiila dari Jurusan Lingkungan Universitas Brawijaya
malang yang melakukan penelitian di TPS 3R Basama Kelurahan Bandungrejosari
sebagai bahan skripsi mulai tanggal 15 Nopember sampai 20 Desember 2025 yang
mengambil topik ESTIMASI EMISI GAS RUMAH KACA DARI PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN
PENERAPAN 3R (REDUCE, REUSE, RECYCLE).
Nadya Ashiila juga berkesempatan
meninjau bagaimana sampah digunakan untuk makanan maggot yang kebetulan saat
ini TPS 3R sedang mengembangkan Budidaya Maggot untuk membantu mengurangi
sampah organik. Maggot ini sangat bermanfaat dalam mengurangi sampah organik karena
maggot bertugas makan sampah organik yang ada. Sedangkan maggot yang sudah
dewasa bisa dijadikan bahan makanan ternak. Tempat yang juga bisa dipelajari
adalah pembuatan pupuk organik yang ada di TPS 3R. Serta melihat bagaimana
sampah organik dan anorganik dipilah-pilah, dan melihat mesin pengepres sampah
yang berfungsi untuk mengepres sampah berdasarkan jenisnya menjadi balok-balok
yang siap dikirim ke pabrik atau lapak.
TPS 3R Basama akan terus melakukan berbagai Upaya dan inovasi dalam mengelola sampah untuk menjaga lingkungan kota menjadi bersih dan indah. Didalam keterbatasan akan selalu ada peluang untuk mengembangkan diri dan akan selalu menemukan hal-hal baru untuk mengelola sampah.
Kamis, 30 Oktober 2025
DAPAT KUNJUNGAN SAHABAT DARI KOTA TEGAL
Hari ini Rabu tanggal 29 Oktober 2025 jam 12.30 Wib TPS 3R Basama dapat kunjungan teman-teman dari Kota Tegal Jawa Tengah. Fatkhur Iman, Rahayu Puji I, Atiek M, Lovi Rizma A, Erni Dwi H.P, Anggita Kusuma W, Khafid T, Ilham, Tasron, Rezza, Cahyono dan Kabid DLH Kota Tegal berkunjung ke TPS 3R Basama Bandungrejosari setelah dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang bertemu dengan Bpk Budi. Suasana sore yang diiringi dengan hujan rintik-rintik membuat suasana terasa sejuk, sesampainya di TPS 3R Basama mereka semua disambut oleh Rusman Efendy ketua TPS 3R Basamam, serta Ninik dan Hariyanto staf manajemen TPS 3R Basama dengan senang hati.
Pada kesempatan ini Rusman Efendy menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan pengelolaan sampah yang ada di TPS 3R, bagaimana TPS 3R beroperasi dan sumber dana yang diperoleh dalam mengelola TPS 3R. Untuk mengelola sampah di TPS 3R dibutuhkan orang-orang yang berjiwa sosial yang tidak hanya mengejar materi saja. Karena sampah berhubungan langsung dengan kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Masih banyak kekurangan dalam mengelola sampah di TPS 3R terutama dukungan pemerintah daerah maupun pusat dalam menyediakan biaya operasional, biaya perawatan gedung dan kendaraan angkutan sampah. Dalam keterbatasan tersebut TPS 3R Basama melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan pelayanan pengangkutan sampah dan pengelolaan sampah dari masyarakat salah satunya dengan pengadaan mesin pemilah sampah secara mandiri dan bekerja sama dengan beberapa instansi melalui program CSR.
Setelah sesi diskusi mereka kami ajak melihat-lihat beberapa
fasilitas yang ada di TPS 3R Basama, mesin pencacah tutup botol dan mesin
pemisah label botol mineral yang merupakan mesin untuk membantu proses
pemisahan label botol mineral. Mesin ini dapat bekerja melepaskan label bisa
mencapai 100 kg perjam dibanding tenaga kerja manusia yang hanya bisa
menghasilkan 3 kg per-hari per-orang, sehingga membantu dalam mempercepat
proses pemisahan. Mesin pencacah berfungsi untuk mencacah tutup botol mineral
menjadi butiran-butiran kecil berdasarkan ukuran yang diminta oleh produsen.
Terus menunjukkan mesin pemilah sampah yang berfungsi untuk memisahkan sampah
organik dan anorganik yang masih terkumpul jadi saat saat baru diambil dari
masyarakat. Sampah organik yang sudah terpisah dan lembut bisa langsung
dimasukkan ke bak penampungan pembuatan kompos dan sampah anorganik akan dipilah
berdasarkan jenisnya kemudian dilakukan pengepresan. Untuk mesin pemisah label
botol mineral dan mesin pemilah sampah merupakan hasil inovasi TPS 3R Basama
untuk mempercepat proses pengelolaan sampah.
Dari hasil kunjungan ini semoga yang baik dari TPS 3R Basama bisa menjadi inspirasi dalam mengelola sampah di TPS 3R yang ada di Kota Tegal Jawa Tengah. Menjaga lingkungan tetap bersih dan bebas dari penumpukan sampah tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah saja tetapi menjadi tanggungjawab bersama dalam mewujudkan kota yang bersih dan layak huni.
Kamis, 23 Oktober 2025
Kerja sama Bank Sampah Indah Lestari dan Sekolah Rakyat (SRMP 16)
Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada nasabah dan mengembangkan pelayanan tabungan sampah anorganik Bank Sampah Indah Lestari melakukan MoU dengan Sekolah Rakyat (SRMP 16) yang berada di Tlogowaru Kota Malang yang dilaksanakan pada hari kamis tanggal 23 Oktober 2025 Jam 10.00 wib di Kantor bersama TPS 3R Basama Kelurahan Bandungrejosari. MoU yang di hadiri Rusman Efendy Ketua Bank Sampah Indah Lestari (BSIL) dan Rosita Devi Ramadhani, Ahmad Fatchur Riqi, Zainul, Sibil Qismi, A. Namudin Al-Hillali, Afiyah dari sekolah rakyat (SRMP 16) Kota Malang. Kerjasama dalam pembelajaran (Edukasi) tentang pengelolaan sampah anorganik di Sekolah Rakyat serta melakukan pembukaan rekening tabungan sampah atas nama sekolah rakyat. Dengan kerjasama ini sampah yang terkumpul di sekolah rakyat (SRMP 16) akan ditabung di Bank Sampah Indah Lestari dan dilakukan pengangkutan setiap satu minggu sekali.
Dalam kesempatan ini Rusman Efendy menyampaikan
tentang proses yang dilakukan setiap hari di Bank Sampah dan TPS 3R Basama,
bagaimana cara melakukan pemilahan sampah anorganik berdasarkan jenisnya dan
potensi sampah anorganik secara ekonomi bila dikelola dengan benar melalui
proses 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Manfaat yang didapat apabila masyarakat mau
memilah sampahnya sejak dari rumah berdasarkan jenisnya dan kemudian ditabung
di Bank Sampah Indah Lestari adalah dapat menghasilkan uang. Dari sampah yang dianggap tidak berguna bila dipilah akan menghasilkan keuntungan secara finansial yaitu menghasilkan uang.
Untuk lebih memperjelas edukasi tersebut kami ajak melihat bagaimana pengelolaan sampah yang dilakukan di TPS 3R Basama dan Bank Sampah Indah Lestari. Mulai dari pemilahan sampah anorganik yang dilakukan Purwandi salah satu karyawan Bank Sampah berdasarkan jenisnya sebelum dilakukan penimbangan. Harga sampah berbeda-beda yang didasarkan pada jenis sampah anorganik. Serta berkeliling melihat fasilitas yang ada di TPS 3R Basama yang sudah dilengkapi dengan mesin pemilah sampah, mesin pemisah label botol mineral, mesin pencacah tutup botol dan mesin pengepress sampah. Harapan dari perwakilan sekolah rakyat (SRMP 16) tidak saja hanya pada pembukaan tabungan sampah saja tetapi juga kerjasama dalam hal edukasi dan pelatihan kepada murid-murid sekolah rakyat (SRMP 16) Kota Malang.
Sabtu, 18 Oktober 2025
Sosialisasi Tentang Peran TPS 3R Dalam Pelayanan Pengangkutan Sampah
Di
bulan awal bulan Oktober 2025 ini pengurus TPS 3R Basama yang diwakili oleh Kuswandi
melakukan sosialisasi di RT 06 RW 13 Kelurahan Bandungrejosari yang dihadiri
oleh seluruh warga RT 06 RW 13. Dalam sosialisasi ini diharapkan dapat
memberikan pemahaman yang lebih detail kepada warga RT 06 RW 13 tentang
bagaimana peran TPS 3R dalam melakukan pelayanan pengangkutan sampah dari warga
menuju TPS 3R. Kuswandi menyampaikan bahwa TPS 3R Basama memberikan pelayanan
pengangkutan sampah dari masyarakat yang kemudian diolah berdasarkan proses 3R
(Reduce, Reuse, Recycle). Agar sampah yang diproduksi warga dapat diangkut oleh
petugas TPS 3R Basama warga harus menjadi pelanggan TPS 3R terlebih dahulu
dengan menyetujui aturan yang ada di TPS 3R Basama termasuk melakukan kewajibannya
dalam pembayaran iuran sampah setiap bulannya.
Untuk menuntaskan permasalahan sampah harus dilakukan oleh semua pihak baik dari masyarakat, RT, RW, tokoh masyarakat, Kelurahan dan dinas terkait, tidak bisa hanya dilakukan oleh TPS 3R saja dalam menyelesaikan permasalahan sampah yang diproduksi oleh masyarakat. Semakin banyak masyarakat yang peduli akan pengelolaan sampah dari hulu atau rumah dalam memisahkan antara sampah organik dan anorganik akan semakin baik dan cepat dalam proses pengelolaan sampah di TPS 3R. Serta dapat memberikan dampak secara ekonomis dari sampah yang bisa didaur ulang.
Dari
hasil sosialisasi ini diharapkan masyarakat dapat lebih memahami peran TPS 3R
yang strategis dalam menangani permasalahan sampah rumah tangga dan memberikan
kepercayan kepada TPS 3R dalam melakukan tugas untuk melayani pengangkutan
sampah dari setiap rumah tangga. Serta tidak ragu untuk menjadi pelanggan TPS
3R dalam mengangkut sampah yang dihasilkan setiap rumah tangga. TPS 3R datang lingkunganpun bersih dari sampah.
Selasa, 14 Oktober 2025
Kunjungan Dari Universitas Palangka Raya
Hari yang cerah dengan semangat yang membara untuk terus menjaga lingkungan tetap bersih dari sampah. TPS 3R Basama Kelurahan Bandungrejosari kembali mendapat kunjungan dari Provinsi Kalimatan Tengah tetapnya dari Universitas Palangka Raya. Suatu kehormatan bagi TPS 3R Basama Kelurahan Bandungrejosari menjadi salah satu tempat yang dikunjungi untuk melihat proses pengelolaan sampah rumah tangga di TPS 3R ujar Rusman Efendy Ketua TPS 3R Basama. Kunjungan yang dilakukan pada hari Senin tanggal 13 Oktober 2025 pukul 12.00 WIB tersebut terdiri dari 11 orang dari Universitas Palangka Raya dan dari perwakilan DLH Kota Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari secara langsung penerapan sistem pengelolaan sampah terpadu yang telah berjalan dengan baik di Kota Malang. Kunjungan kaji tiru yang dilakukan Universitas Palangka Raya ini dalam rangka penyusunan dokumen rencana induk pengelolaan sampah (RIPS) Provinsi Kalimantan Tengah. Untuk pengelolaan sampah rumah tangga di TPS 3R Basama dilakukan setiap hari dengan 16 tenaga kerja yang terdiri dari tenaga penarik sampah, tenaga pemilahan dan tenaga administrasi (Manajemen TPS 3R), Sumber dana yang ada di TPS 3R Basama didapatkan dari iuran sampah dari nasabah dan hasil penjualan sampah hasil daur ulang baik yang masih bentuk pilahan berdasarkan jenisnya maupun dari hasil kerajinan dari bahan daur ulang anorganik. Untuk meningkatkan pelayanan dan pengelolaan sampah TPS 3R Basam sudah menggunakan beberapa mesin penunjang yaitu mesin pemilah sampah, mesin pemisah label botol mineral, mesin pencacah dan mesin pengepress sampah. Dengan menggunakan mesin akan mempercepat proses pengelolaan sampah di TPS 3R Basama Kelurahan Bandungrejosari.
































